
Banyak orang sudah punya produk bagus, konten bagus, tapi tetap gagal closing karena salah cara saat ngobrol di DM. Padahal DM itu tempat paling ideal buat bangun trust dan nutup penjualan tanpa bikin calon pelanggan kabur. Di artikel ini kita bahas strategi sederhana tapi ampuh untuk closing lewat DM tanpa kesan memaksa.
1. Kenapa DM Adalah Senjata Paling Ampuh Buat Closing
DM itu sifatnya pribadi. Orang lebih nyaman nanya, curhat, dan ngobrol langsung.
Makanya, kalau tahu caranya, DM bisa jadi mesin uang yang jalan setiap hari.
Bahkan banyak creator dan pebisnis online yang jualannya 80% lewat DM, bukan lewat postingan. Kuncinya cuma satu: bangun koneksi dulu, baru jualan.
Kalau mau contoh lengkap, kamu bisa cek juga artikel lain di blog: https://baharboss.id/artikel
Atau lihat pembahasan lengkap di Youtube seperti kanal BaharBoss yang bahas strategi komunikasi DM.
2. Awali Dengan Sapaan Natural (Bukan Template Robot)
Orang paling males kalau disapa dengan pesan template yang kaku.
Coba ganti dengan sesuatu yang lebih manusiawi.
Contoh salah:
“Hallo kak, min mau tawarkan produk XXX.”
Contoh benar:
“Halo kak, makasih udah mampir. Lagi nyari layanan yang cocok buat kebutuhan sosmed-nya ya?”
Cara ini bikin obrolan terasa natural dan calon pelanggan merasa diperhatikan.
Kalau mau belajar gaya komunikasi yang halus, kamu bisa lihat video-video breakdown chat sales di YouTube seperti “DM closing technique” — banyak insight yang bisa diambil dari transcript orang lain juga.
3. Kenali Kebutuhan Mereka Dulu (Jangan Langsung Jualan)
Kebanyakan gagal closing karena buru-buru nawarin produk sebelum tahu masalah pelanggan.
Gunakan pendekatan tanya dulu, jual belakangan.
Beberapa pertanyaan sederhana yang bisa dipakai:
“Kamu lagi fokus ningkatin apa dulu nih, followers atau engagement?”
“Selama ini kendalanya apa kalau upgrade akun sosmed?”
“Mau hasil yang cepat atau yang lebih stabil?”
Dengan cara ini, kamu bisa kasih rekomendasi yang relevan, bukan asal nawarin.
4. Gunakan Teknik Mirror & Validate Biar Pelanggan Ngerasa Dipahami
Teknik ini sering dipakai di dunia sales karena bikin calon pelanggan merasa didengarkan.
Caranya simpel:
Mirror: ulang sedikit perkataan mereka.
Validate: tunjukkan bahwa masalah mereka itu wajar.
Contoh:
Pelanggan: “Follower aku susah naik min.”
Kamu: “Oh susah naik ya kak? Memang sekarang algoritma lagi ketat, banyak yang ngalamin hal sama.”
Teknik sederhana ini bikin pelanggan makin nyaman dan percaya.
5. Baru Tawarkan Solusi, Bukan Produk
Alih-alih langsung bilang “beli paket ini”, kamu bisa mulai dari solusinya dulu.
Contoh gaya natural:
“Kalau lihat dari kebutuhan kakak yang mau naik follower tapi tetap aman, biasanya banyak yang cocok pakai paket growth yang hasilnya bertahap tapi stabil.”
Dengan begini, pelanggan merasa kamu bantuin mereka, bukan sekadar ngejar jualan.
Kamu bisa lihat contoh penawaran halus di artikel lain:
https://baharboss.id/cara-menaikkan-interaksi
6. Tawarkan Bukti Nyata (Tanpa Berlebihan)
Untuk memperkuat trust, kasih bukti sosial seperti:
screenshot testimoni
hasil sebelum–sesudah
review dari pengguna lama
Tapi pastikan tetap relevan dan tidak berlebihan.
Pelanggan lebih percaya “hasil realistis” daripada “janji surga”.
Kalau mau referensi, banyak YouTuber digital marketing bahas pentingnya social proof. Kamu bisa salin insight dari transcript mereka dan sesuaikan dengan gaya penulisanmu.
7. Gunakan CTA Yang Halus Tapi Tetap Mengajak
CTA atau ajakan bukan berarti harus nge-push.
Contoh CTA yang natural:
“Kalau kakak mau coba, aku buatin rekomendasi paket paling cocok ya.”
“Boleh aku kirimkan detail paketnya?”
“Kalau mau lanjut, tinggal kirim username aja kak.”
CTA kayak gini terasa ringan, tidak mengintimidasi, dan tetap menggerakkan pelanggan buat ambil keputusan.
8. Balas Cepat, Tapi Tetap Sopan dan Fleksibel
Kecepatan respons itu penting, tapi bukan berarti harus seperti robot.
Pastikan tetap ada empati dalam teks.
Gunakan emoticon secukupnya buat memperhalus nada tulisan.
Kalau kamu pakai admin atau dibantu CS, kasih mereka script dasar tapi biarkan mereka improvisasi biar tetap terasa manusiawi.
9. Tutup Dengan Rapi, Jangan Hilang Setelah Pelanggan Setuju
Setelah pelanggan fix mau pesen:
pastikan data lengkap
jelaskan proses
buat mereka tenang
Contoh:
“Siap kak, datanya sudah aku terima. Proses mulai dalam 5–10 menit ya. Kalau ada apa-apa aku update.”
Penutup ramah seperti ini bikin pelanggan merasa aman dan dihargai.
Itulah strategi closing lewat DM yang bisa bantu kamu ubah chat biasa jadi penghasilan tanpa terlihat memaksa. Intinya, fokus ke kebutuhan mereka dulu, bangun kenyamanan, baru arahkan ke pembelian.