
Buat kamu yang pengin dapat endorsement, kunci utamanya adalah punya konten yang menarik brand. Banyak kreator gagal bukan karena mereka jelek bikin konten, tapi karena kontennya nggak ngasih “alasan” buat brand melirik. Nah, di artikel ini kita bahas cara bikin konten yang bikin brand langsung kepincut.
1. Pahami Dulu: Apa yang Dicari Brand dari Seorang Kreator
Brand bukan cuma nyari banyak followers. Mereka nyari kreator yang bisa ngasih hasil, entah itu awareness atau penjualan.
Biasanya brand suka kreator yang:
Konsisten posting.
Tonenya jelas (misal edukatif, humor, lifestyle).
Audiensnya aktif.
Kontennya relevan dengan kategori brand.
Kalau kamu masih bingung soal pentingnya branding konten, bisa baca artikel lain di sini:
https://baharboss.id/artikel/cara-membangun-personal-branding
(contoh link)
2. Tentukan Niche yang Jelas Biar Brand Nggak Bingung
Konten yang menarik brand biasanya punya niche yang jelas.
Kalau akunmu campur-campur banget, brand susah menilai apakah kamu cocok jadi influencer mereka.
Contoh niche yang banyak dicari:
Beauty
Parenting
FNB (Food & Beverage)
Travel
Review produk
Fashion
Tech
Kata kunci konten yang menarik brand bisa muncul lewat niche yang relevan. Jadi jangan terlalu random ya.
3. Buat Portfolio Konten di Feed (Soft Selling Ala Influencer)
Brand bakal ngecek quality konten kamu. Jadi penting banget punya beberapa konten “portfolio style”, misalnya:
Upload foto/video kamu lagi pakai produk tertentu.
Bikin video review.
Bikin daily vlog aesthetic.
Bikin konten “cerita” atau “problem-solution”.
Tips:
Walaupun belum endorse, bikin aja konten ala endorsement.
Brand suka lihat kalau kamu keliatan profesional.
Contoh video referensi yang bisa kamu tiru gaya penyampaiannya:
Video YouTube BaharBoss (lihat gaya penjelasan dan storytelling-nya)
YT Review Influencer Lain – misalnya cari video “cara dapat endorse” dan ambil gaya bicaranya. Banyak transcript yang bisa kamu tiru cara penyampaiannya.
4. Fokus ke Visual yang Rapi dan Konsisten
Konten yang menarik brand biasanya clean, rapi, dan relevan dengan identitas brand.
Beberapa trik gampang:
Pakai lighting natural.
Warna feed disamain (cokelat aesthetic, putih bersih, pastel, dll).
Gunakan angle kamera yang jelas, jangan blur.
Kalau video, pastikan ada hook 3 detik pertama.
Nggak harus kamera mahal. HP aja cukup, asal editnya niat.
5. Tonjolkan Personality, Jangan Terlalu Kaku
Brand suka kreator yang punya karakter. Jadi jangan bikin konten terlalu textbook.
Audiens suka sesuatu yang natural dan relatable.
Contoh hal kecil yang disukai brand:
Cara ngomongmu yang khas.
Cara kamu ngasih opini.
Gaya editingmu yang konsisten.
Candaan ringan atau komentar personal.
Personality itu bikin brand gampang inget kamu.
6. Bangun Engagement Secara Organik
Brand akan lebih tertarik ke kreator yang punya engagement hidup, bukan beli.
Cara ningkatin engagement:
Selalu balas komentar dan DM.
Pakai CTA kecil seperti “Menurut kamu gimana?” atau “Ada rekomendasi?”
Ajak audiens diskusi.
Posting rutin minimal 3–4 kali seminggu.
Konten yang menarik brand = konten yang hidup, bukan sepi.
7. Sering Tag Brand dan Pakai Hashtag Relevan
Cara paling gampang biar brand notice kamu?
Tag brand di kontenmu.
Misal:
Kamu pakai skincare → tag brand-nya.
Kamu review makanan → tag restoran atau produknya.
Kamu mention masalah dan solusi → tag brand yang sesuai.
Brand sering cek tag mereka dan cari kreator baru di sana.
Hashtag juga harus relevan, misalnya:
endorseready #openendorse #contentcreatorindonesia #reviewjujur
Jangan terlalu banyak, secukupnya.
8. Tulis Caption yang Storytelling Biar Lebih Standout
Caption bukan cuma buat nambah panjang postingan.
Itu tempat kamu nunjukin cara kamu menyampaikan pesan.
Format yang sering dipakai brand:
Cerita pendek (apa masalahmu)
Value atau insight
Soft selling
Ajak interaksi
Contoh style storytelling banyak dibahas di YouTube, misalnya konten-konten edukasi pendek. Kamu bisa tiru alurnya.
9. Konsisten, Tapi Jangan Asal Banyak
Brand lebih suka kreator yang konsisten dan punya progress.
Tapi ingat: kualitas tetap nomor satu.
Kalau kamu posting tiap hari tapi nggak ada peningkatan kualitas, brand juga kurang tertarik.
Set minimal:
3 kali seminggu.
Mix antara foto, video, dan story.
Jadi, kalau kamu pengin dapat endorsement, fokus aja bikin konten yang menarik brand, bukan sekadar konten yang kamu suka sendiri. Mulai dari niche yang jelas, visual rapi, personality yang kuat, sampai engagement yang aktif, semuanya berpengaruh.